Bernafas
dengan air? Mengapa tidak. Penyerapan oksigen ternyata bukan hanya
pekerjaan paru-paru. Dalam kondisi tertentu, usus pun bisa membantu.
Bukan sebagai pemasok utama, usus hanya pembantu paru-paru, usus mampu
menyerap oksigen. Oksigen yang masuk lewat membran usus akan langsung
tercampur dengan berbagai sari makanan sehingga pembentukan energi lebih
cepat.
Bukan itu saja. Selain mendorong timbulnya energi,
penambahan oksigen juga dapat membantu meningkatkan fungsi otak sehingga
bisa berfikir secara jernih, jadi intinya, makin banyak kandungan
oksigen dalam tubuh maka lancar transportasi berbagi zat gizi ke otot maupun ke otak. al hasil, pembakaran kadar oksigen akan membantu
kebugaran tubuh dapat dipertahankan dalam waktu yang lebih lama.
Menggabungkan
oksigen dengan air juga dinilainya sebagai hal yang positif. Maklum,
saat melakukan aktivitas olahraga keras, pengurangan kadar air dan oksigen dalam darah
terjadi nyaris bersamaan. Dengan menambah air bercampur oksigen,
kekurangan tersebut bisa langsung di tambah.
Terlalu banyak
menenggak minuman mengandung oksigen juga tak bagus, "Kalau tak lagi kecapean,
sebaiknya tak usah". Kandungan oksigen terlalu banyak di dalam darah
memang tak menimbulkan penyakit. Tapi sebagian orang merasakannya
sebagai gangguan. "Bahasa masyarakatnya Orang akan merasa masuk angin.
Konsumsi
minuman mengandung oksigen sebaiknya tak lebih dari tiga liter per hari dan
itu pun dilakukan setelah menyiksa diri dengan latihan berat. lagi pula
kita tak perlu terjebak seolah-olah kita harus membeli minuman mengandung oksigen agar perut bisa membantu paru-paru. Kandungan oksigen juga
bisa didapat jika kita makanan aneka makanan segar dan buah-buahan.
Menenggak
minuman beroksigen malah terkadang tak mendatangkan manfaat apa-apa.
Soalnya, kandungan okseigen dalam air terkadang sanata cepat memenguap ,
makanya pabirkan air beroksinge selalu meyarakan agari ar dala botol
langsung habis sekali tenggak.
dalam posisi botol terbuka,
oksigen dalam air haya akan mampu bertahan selama 30 menit, leibh dari
itu, yang terisisa dalam botol tinggal air, tak ada oksigennya lagi.
Saat tertutup pun oksigen juga bisa pergi, dengan cara menerobos
pori-pori botol plastik. Resiko hilangnya oksigen meningkat jika botol
ditaruh di rak-rak yang tak berpendingin.
sekian tips dari kami
moga memberi manfaat